Jumat, 10 September 2010

Pemerintah Cina Menangkap Empat Orang Muslim Setelah Serangan Bom Jihad

Tidak diragukan lagi ada kemarahan atas penentangan terhadap rencana pembangunan Mega-Mesjid yang melambangkan supremasi Islam di Ground Zero. Inilah alasan mengapa orang-orang Muslim seperti Reza Aslan mendidih dengan kemarahan hari-hari ini, bukankah demikian? Atau apakah karena serangan Israel terhadap Gaza? Tidak, itu adalah kemarahan tahun lalu. Apakah anda mencatatnya – sebagaimana yang seringkali saya perlihatkan – bahwa meskipun alasan selalu berbeda, tetapi kemarahan, dan hasil dari jihad itu selalu bersifat konstan? “Polisi menangkap empat orang setelah terjadinya serangan bom di wilayah Barat Cina yang banyak dihuni oleh orang-orang Muslim,” demikian laporan Associated Press, tertanggal 25 Agustus 2010.

Selasa, 31 Agustus 2010

Heboh Film Iran: Tiru film Yesus, Nabi Muhammad Diperankan Aktor Film

Setelah sukses menggarap lebih dari satu proyek film, kini sutradara asal Iran, Majid Majidi, berpacu dengan waktu untuk memproduksi film layar lebar tentang Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam, dan sejarah nabi secara umumnya. Namun langkahnya menghadapi banyak permasalahan dan benturan dengan beberapa fatwa. Fatwa yang terbaru dikeluarkan oleh Al-Azhar yang mengharamkan visualisasi Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan para sahabat yang mulia.

Sabtu, 07 Agustus 2010

Donasi Untuk Allah Membersihkan Nurani

Siapakah yang mendanai kebangkitan Islam sejak 1973?

Abd al-Masih

GRACE AND TRUTH – FELLBACH – GERMANY

Setiap negara memberlakukan pajak dan semua komunitas agama membutuhkan persembahan. Muhammad adalah seorang pedagang yang pragmatis. Sejak permulaan kegiatan religiusnya ia memberikan penekanan besar pada pajak, donasi dan pengeluaran-pengeluaran “bagi Allah”! dalam Qur’an ada 85 ayat mengenai hal ini. Para pakar hukum ke-4 mazhab hukum Islam menggunakan ayat-ayat ini sebagai dasar legislasi mereka. Mereka menunjukkan seberapa banyak yang harus diberikan seorang Muslim dan kepada siapa persembahan itu ditujukan.

Muhammad melangkah lebih jauh lagi dalam menghimbau orang untuk membayar pajak dan donasi, dengan memberi jaminan kepada para pendonor bahwa uang sumbangan mereka akan membersihkan “hati” mereka (Sura 9:102). Ia tidak ragu menyebut agama yang diajarkannya itu sebagai “urusan dagang dengan Allah” (Sura 35:29-30). Orang yang ingin memahami Islam harus memepelajari legislasi di dalam Qur’an mengenai iuran-iuran religius tersebut. Kemudian ia harus membandingkan legislasi ini dengan prinsip-prinsip dasar dalam Injil.


Kamis, 22 Juli 2010

Orang-orang yang Meninggalkan ISLAM

Muslim sering mengiklankan berita non-Muslim memeluk Islam, tetapi mereka tidak menceritakan sisi lain dari cerita, di mana umat Islam juga meninggalkan Islam. Ada lebih banyak Muslim meninggalkan Islam saat ini daripada yang bergabung ke Islam. Jumlah murtad baru-baru ini belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah Islam.

Di sini, di WikiIslam, kami dokumentasikan berita dan ratusan kesaksian tertulis.

Tambahkan kesaksian Anda

Isi

Senin, 24 Mei 2010

Mengapa Geert Wilders Menjadi Seorang yang Sangat “Anti-Islam”?

Mengapa Geert Wilders “anti-Islam,” dan apa pesannya pada orang-orang Muslim?

Pejuang kebebasan Geert Wilders membuat sebuah pernyataan penting dan mencerahkan di MuslimsDebate.com: “Mengapa ia menjadi anti-Islam dan apa pesannya kepada orang-orang Muslim?”

Saya pertama kali mengunjungi sebuah negara Islam pada tahun 1982. Usia saya pada waktu itu 18 tahun dan saya bepergian dengan seorang teman keturunan Belanda dari Eilat di Israel, ke sebuah resort Laut Merah Mesir Sharm-el-Sheikh. Kami berdua bepergian dengan ransel dan uang kami sangat terbatas pada waktu itu. Saya masih ingat akan impresi pertama saya mengenai Mesir: saya takjub atas keramahan, sikap bersahabat dan suka menolong dari orang-orangnya.

Saya juga ingat impresi kedua yang kuat yang saya rasakan mengenai Mesir: Hal yang mengejutkan saya adalah bagaimana orang-orang yang sangat bersahabat dan ramah ini kemudian menjadi sangat ketakutan.

Selagi kami ada di Sharm el-Sheikh, President Mubarak mengunjungi tempat ini.

Jumat, 14 Mei 2010

Daftar Muslim yang Meninggalkan Islam

Muslim sering membual dan merenungkan dengan hati senang atas berita non-muslim memeluk Islam, tetapi mereka tidak menceritakan sisi lain dari cerita di mana kaum muslimin yang berbondong-bondong meninggalkan Islam. Ada lebih banyak Muslim meninggalkan Islam daripada bertobat baru bergabung dengan Islam. Muslim yang meninggalkan Islam dalam jutaan, yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah Islam. Halaman ini akan berisi berita yang terkait dengan "Muslim Meninggalkan Islam" dan link ke Kesaksian Muslim yang meninggalkan Islam dan berpindah ke keyakinan lain.

Mantan Muslim yang menjadi atheis / agnostik / deists


Minggu, 18 Oktober 2009

Pendahuluan

Dalam membaca buku ini perlu dibedakan betul antara teori dan praktek; perbedaan tentang apa yang harus dilakukan Muslim dan apa yang mereka lakukan dalam kenyataan; apa yang harus mereka percayai dan lakukan dengan apa yang mereka sebenarnya percayai dan lakukan.

Dalam hal ini ada tiga jenis Islam: Islam 1, Islam 2, dan Islam 3. Islam 1, adalah apa yang Muhammad ajarkan, yakni ajaran-ajarannya yang tercantum dalam Qur'an. Islam 2, adalah agama setelah dipelajari, diartikan, dan dikembangkan oleh ahli-ahli agama Islam melalui hadis; ini termasuk hukum Sharia Islam. Islam 3, adalah apa yang sebenarnya dicapai Muslim dalam kebudayaan Islam.

Pengamatan dalam buku ini menunjukkan bahwa Islam 3, atau kebudayaan Islam, seringkali berkembang luas, meskipun ada Islam 2 dan 3, dan bukannya karena Islam 2 dan 3. Filosofi Islam, sains Islam, sastra Islam, dan seni Islam tidak akan berkembang sedemikian jauh jika hanya bergantung pada Islam 1 dan 2. Seni puisi, misalnya. Setidaknya pada awalnya, Muhammad membenci para penyair: "Mereka yang tersesat adalah mereka yang mengikuti para penyair" (sura 26:224); dan dalam koleksi ahadis Mishkat, Muhammad berkata: "Perut berisi penuh nanah lebih baik daripada perut berisi puisi."

Bab 1 - Masalah Salman Rushdie

Sebelum 14 Februari, 1989.

Di tahun 1280 M di Baghdad, muncul sebuah buku berbahasa Arab yang ditulis oleh seorang filsuf dan ahli fisika Yahudi bernama Ibn Kammuna. Buku ini dikenal dengan judul Pengamatan atas Tiga Agama. Buku ini penting karena berisi tinjauan ilmiah obyektif dalam menilai kritis agama-agama Yudaisme, Kristen dan Islam. "Deisme (kepercayaan berdasarkan akal belaka) bersebelahan dengan agnotisme (mempertanyakan keberadaan Tuhan) memungkinkan munculnya sedikit tulisan- tulisan seperti itu." [8]
Muhammad dijabarkannya tidak sebagai nabi sejati: "Kami tidak akan mengakui bahwa [Muhammad] menambah pengetahuan dan ketaatan akan Tuhan yang lebih daripada apa yang sudah disampaikan agama sebelumnya." [9]

Muhammad juga digambarkan tidak sebagai manusia sempurna: "Tiada bukti bahwa Muhammad itu sempurna dan punya kemampuan untuk menyempurnakan orang lain seperti yang dicantumkan." Orang umumnya jadi memeluk Islam hanya karena "diteror atau dikalahkan dalam perang, atau untuk menghindari pajak jizya yang tinggi (pajak yg dikenakan bagi mereka yg menolak masuk Islam), atau untuk menghindari penghinaan, atau jika orang itu adalah tawanan, atau karena jatuh cinta pada seorang Muslimah."
Non-Muslim yang berkecukupan dan mengerti betul agamanya sendiri dan agama Islam, tidak akan berubah memeluk Islam kecuali atas alasan-alasan yang disebutkan di atas. Akhirnya, Muslim tampaknya tidak mampu untuk mengajukan pendapat yang baik -apalagi bukti- bahwa Muhammad itu adalah nabi.

Bagaimana Muslim bersikap dalam menghadapi skeptisme ini? Penulis abad ke 13, Fuwati (1244-1323) menjabarkan keadaan yang terjadi empat tahun setelah tulisan Ibn Kammuna diterbitkan.

Bab 2 - Asal Muasal Islam

Tahap paling penting dalam sejarah Islam ditandai dengan masuknya pengaruh-pengaruh luar… Pendiri Islam, Muhammad, tidaklah mengeluarkan ide baru. Dia tidak memperkaya konsep-konsep sebelumnya tentang hubungan manusia dengan Makhluk Maha Tinggi.. Pesan-pesan nabi Arab ini cuma berupa gabungan aturan- aturan dan gagasan-gagasan yang dia pilih sendiri. Gagasan-gagasan yang dia dapatkan lewat kontaknya dengan orang Yahudi, Kristen dan elemen-elemen lainnya, yang punya pengaruh sangat kuat dalam dirinya.[1] - Ignaz Goldziher.

Muhammad bukanlah pemikir orisinil: dia tidak merumuskan prinsip- prinsip etika yang baru, dia hanya mengambil dari lingkungan dan budaya yang telah ada. Sifat memilih-milih sumber contekan dari Islam ini telah dikenal sejak lama. Bahkan Muhammad sendiri tahu Islam bukanlah agama baru, dan wahyu-wahyu yang ditulis dalam Quran hanya memastikan bahwa sudah ada tulisan-tulisan demikian yang juga dianggap wahyu oleh pihak lain selain Islam. Sang nabi selalu mengaku Islam punya hubungan dengan agama-agama besar Yahudi dan Kristen. Para komentator muslim seperti al-Sharestani juga mengakui bahwa sang nabi mentransfer kedalam Islam kepercayaan dan praktek-praktek dari kaum Pagan/berhala Arab, terutama ritual ibadah haji ke Mekah. Tapi tetap saja muslim umumnya tetap berkeras mengatakan bahwa kepercayaan mereka datang langsung dari surga, bahwa Quran yg diturunkan oleh malaikat Jibril berasal dari Tuhan langsung, untuk Muhammad. Quran dianggap berasal dari keabadian, ada tertulis disurga, disimpan disana dalam bentuk Tablet yang Terpelihara (43.3; 56.78; 85.22). Tuhan adalah sumber dari Islam – mencari sumber-sumber tulisan manusia dalam Quran bukan saja sia- sia tapi juga percuma dan, tentunya, itu menghujat namanya.

Bab 3 - Masalah Sumber Islam

Dijaman keragu-raguan ini sedikit sekali hal-hal yang diluar kritikan, dan satu hari kita mungkin bisa berharap mendengar orang berkata bahwa Muhammad sebenarnya tidak pernah ada. - Snouck Hurgronje.[1]

Kisah-kisah dalam hadis mengenai kehidupan Muhammad dan kisah asal muasal Islam serta kebangkitan Islam didasarkan khusus pada sumber-sumber muslim, yaitu (1) Quran (2) Biografi-biografi yang ditulis para muslim tentang Muhammad dan (3) Hadits, yang berupa periwayatan para muslim.

1. Quran
Bukan saja muslim membuat pengakuan luar biasa tentang Quran, tapi juga ada kisah-kisah muslim mengenai sejarah terkumpulnya ayat-ayat Quran. Kita bisa lihat nanti pengakuan itu semuanya palsu dan riwayat-riwayat dalam hadis hanyalah sebuah “kumpulan kebingungan, kontradiksi dan inkonsistensi.”[2] Para scholar mempertanyakan keaslian dari Quran itu sendiri, dan kita bisa mengerti dan melihat pada argumen-argumen kuat mereka tersebut. Disini kita cukup mencatat nama-nama para ahli tafsir muslim terkenal dan paling berpengaruh mengenai Quran, kita juga akan mengacu pada karya-karya mereka nanti dalam bab berikutnya:
Muhammad ibn- Jarir al-Tabari (meninggal 923M) Al-Baghawi (m. 1117 atau 1122) Al-Zamakhshari (m.1143) Al-Baydawi (m.1286 atau 1291) Fakhr-al-Din al-Razi (m.1210) Jalal-al-Din al-Mahalli (m.1459) Jalal-al-Din al-Suyuti (m.1505)

Bab 4 - Muhammad dan Pesannya

Layak dicatat.. scholar yang akrab dengan berbagai sumber Arab dan yang paling mengerti kehidupan jaman itu, seperti Margoliouth, Hurgronje, Lammens, Caetani, adalah yang paling tegas menentang pengakuan kenabian Muhammad; orang harus mengakui bahwa semakin dekat dengan sumbernya dalam mempelajari sesuatu semakin sulit pemikiran kita untuk lepas dari kesimpulan para scholar ini. - Arthur Jeffery (1926).[1]

Satu fakta yang harusnya dikenali semua orang yang punya pengalaman tentang kemanusiaan adalah: orang yang kelihatan sangat religius seringkali merupakan orang-orang yang sangat jahat. - Winwood Reade (1872).[2]

Meski kita sepakat dengan Cook, Crone, Wansbrough dan yang lainnya bahwa kita tidak tahu banyak tentang orang yang disebut Muhammad ini, kita harus cukup puas mendapatkannya dari sumber-sumber hadis (meskipun semuanya sangat diragukan ke-valid-annya). Para muslim mungkin lebih baik menolak alternatif terakhir, karena hadis tidak seluruhnya memuji-muji sang Nabi. Susahnya bagi muslim, mereka tidak bisa menuduh tulisan-tulisan (hadis) itu dibuat oleh musuh.